Sabtu, 06 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Apa Saja

Teknologi Informasi | Schneider Electric Ajak Pelaku 
Industri Terampil Kelola Data Center


Teknologi Informasi  - Schneider Electric menyuruh para pelaku industri dan berpengalaman Teknologi Informasiguna lebih mengenali keperluan manajemen data perusahaannya dan mengambil tahapan strategis dalam pengelolaan data center guna meraih kesempatan ekonomi digital.

Dalam acara Schneider Electric Innovation Day 2019 dengan tema “Powering and Digitizing the Economy”, yang diadakan pada 04-05 April 2019 di Fairmont Hotel, Jakarta, Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia mengatakan, ketika ini industri tengah menghadapi gelombang internet berikutnya atau Internet of Things yang tidakmelulu menghubungkan antar insan namun pun manusia dengan perangkat/mesin danperlengkapan dengan perangkat.
"Diperkirakan 5 miliar orang bakal terkoneksi dengan 30-50 miliar benda dan mesin, atau secara tidak langsung dapat disebutkan 10x lebih tidak sedikit perangkat yang terhubung secara bertahap daripada orang yang terhubung pada tahun 2020. Lonjakan big data dan konsumsi energi bakal semakin besar dan diperlukan strategi pengelolaan yang dapatmengolah data menjadi informasi yang bermanfaat untuk pemungutan keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran, dengan strategi pengelolaan energi yang dominan  langsung pada efisiensi ongkos operasional dan penambahan produktivitas,” papar Xavier, Kamis (4//4/2019).

Pertumbuhan pasar data center di Indonesia bertambah dua kali lipat semenjak 2015sampai 2018 dan bakal terus bertumbuh dengan diperkenalkannya penyelesaian hybrid cloud yang akan menyerahkan fleksibilitas dalam pengelolaan data yang bisa disesuaikan dengan keperluan kapasitas dan perkiraan perusahaan. Berbagai opsi data center sudah tersedia di pasaran memungkinkan manajemen perusahaan dan staf TI mengombinasikan pengelolaan datanya baik dengan centralized data center on premise, cloud, maupun local edge data center.
Perusahaan butuh mengenali keperluan pengelolaan data yang dicocokkan dengankeperluan dan ciri khas bisnisnya. Perusahaan yang tidak memiliki tidak sedikit cabangdapat saja lumayan dengan data center on premise yang tersentralisasi di kantor pusat dan cloud. Namun perusahaan laksana retail, perbankan maupun institusi pemerintahan yang memiliki tidak sedikit kantor di wilayah perlu mengombinasikan antara centralized data center on premise, local edge data center dan cloud guna meyakinkan kelancaran aruskemudian lintas data dan menghindari latensi data.

“Tantangan selanjutnya untuk perusahaan sesudah mengenali keperluan pengelolaan datanya ialah meyakinkan keawetan dan keberlangsungan operasional di dalam ekosistem data center yang semakin perumahan dengan strategi pengelolaan energi yang lebih andal dan tepat guna dalam satu platform," ujar Yana Achmad Haikal, Vice President of Secure Power Division, Schneider Electric Indonesia.
Kegiatan operasional data center memerlukan pemantauan 24/7 mulai dari pasokan listrik,penataan suhu dan kelembaban udara, sampai identifikasi potensi kehancuran perangkat. Dengan EcoStruxure IT dari Schneider Electric, arsitektur tersingkap berbasis IoT guna manajemen data center, perusahaan bisa mengoptimalkan kinerja infrastruktur danmeminimalisir risiko. Platform EcoStruxure IT dari Schneider Electric memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence dan machine learning yang memungkinkan konsolidasi data dari sekian banyak  aset infrastruktur data center di pusat cloud dan menyerahkan analisa prediktif dan proaktif untuk pemungutan keputusan secara real time. Informasibisa diakses dari jarak jauh melewati telepon genggam maupun PC sampai-sampai dapatdilaksanakan pengambilan keputusan secara real time dan menambah produktivitas staf TI.

“Sektor data center adalahsalah satu dari empat sektor yang menjadi konsentrasi Schneider Electric di Indonesia di samping sektor bangunan, industri dan infrastruktur. 80 persen pelanggan korporasi kami di segmen data center sudah memanfaatkan EcoStruxure IT. Di sektor perbankan, Bank Exim dan Bank BRI adalahsalah satu misal pelanggan kami yang merealisasikan EcoStruxure IT guna pengelolaan data centernya. Dengan EcoStruxure IT, perusahaan dapat menambah efisiensi energi sampai 30 persen, menambah pengelolaan infrastruktur dan meminimalisir risiko tantangan listrik sampai 30 persen, serta menurunkan ongkos operasional sampai 20 persen," tutup Yana Achmad Haikal.

0 komentar:

Posting Komentar