Selasa, 30 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi yang paling berpengaruh pada era globalisasi

Teknologi Informasi | Kaum Milenial Dobrak
 Budaya Industri 4.0


Revolusi Industri 4.0 adalahbagian dari arus globalisasi dan teknologi informasi yang relatif paling cepat memberikan akibat yang besar terhadap teknik pandang, budaya, dan gaya hidup di kalangan generasi milenial ketika ini. Karakteristik generasi milenial sendiri mungkin bertolak belakang di mana ditentukan oleh sekian banyak  daerah dansituasi ekonomi. Generasi milenial ingin acuh terhadap kebiasaan negeri sendiri. 

     Namun berbeda dengan adanya demam Kpop kebiasaan negeri seberang. Budaya Kpop adalahbukti di mana keterlibatan teknologi dan keseriusannya mengindustrialisasikan kebudayaan. Generasi milenial ingin bersikap individualis yang mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Generasi milennial dominan terhadap kehidupan sosial, yang lebih mementingkan ego setiap sehingga sikap dan prilaku yang terjadi ialah menyimpangmengerjakan sesuatu cocok dengan kemauan sendiri tanpa memikirkan sekitar. Kurangnya pengelolaan kebudayaan secara serius dan terpadu terhadap kebiasaan budaya di Indonesiamenciptakan kurangnya penggemar terutama guna kalangan milenial. Permasalahan permodalan terutama tidak jarang menjangkit sekian banyak  komunitas guna mengembangkan kebiasaan setempat. Kurangnya perhatian pemerintah dalam 
menyerahkan permodalan salah satu format bukti jalan ditempat pengelolaan kebudayaan.  


     Pendidikan semenjak dini menanaman cinta kebiasaan bahkan sayup-sayup telah .
tidak tersiar lagi. Bahkan anak kecil sekarang ingin lebih menyenangi dan gampang menghafalkan lagu percintaan sampai lagu-lagu dewasa lainya yang sedang ngetrend ketika ini. Pusat Pelayanan Terpadu Budaya Indonesia barangkali sebagai pilihan program penyelesaian untuk menambah minat bakat budaya. Dimana pelayanan ini melibatkan teknologi dalam mengelola suatu kebudayaan setempat. 

     Dengan melibatkan teknologi yang terdapat pemodalan dapat menjadi jawaban. 
Dimana dengan adanya pemodalan crowd funding menjadikan solusi ketika ini menggali dana kepedulian kebiasaan setempat. Dari belahan bumi manapun seseorang dapat menyerahkan urun dana sebagai format peduli budaya. Siapapuntersebut dari latar belakang apapun bahkan pemerintah setempat dapat mengelontorkan dana lewat crowd funding. Di samping itu, dana desa pemerintah pun adalahbagian dari pemodalan pengelolaan budaya. Sekarang ini dana desa sering hanya dipakai untuk pembangunan infrastruktur tetapi melewatkan untuk penambahan karakter negeri kita. Oleh karena tersebut minimal 5-10% diinginkan dari dana desa dapat digunakan guna pengelolaan suatu budaya. 

     Dengan tersedianya pemodalan dapat digunakan guna pembelian alat-alat canggih untuk mendokumentasikan pementasan kebiasaan supaya lebih kekinian dan instagramable istilah untuk kaum milenial. Belakangan ini paling marak youtuber Indonesia tetapi masih tidak cukup merambah dunia kebudayaan. Oleh karena tersebut pusat pelayanan ini dapat bekerja sama guna mempromosikan budaya bareng dengan youtuber yang tidak sedikit diganderungi oleh remaja remaja kekinian. Berdasarkan keterangan dari para peneliti sosial, generasi Y atau milennial ini bermunculan pada rentang tahun 1980an sampai 2000.

      Dengan kata lain, generasi millennial ini ialah anak-anak muda yang ketika ini berusia antara 15-35 tahun. Sebab generasi ini bermunculan di era kecanggihan teknologi, dan internet berperan besar dalam keberlangsungan hidup. Meningkatkan literasi kebudayaan adalahtujuan utama dalam pengelolaan dimana pemuda peduli kebudayaan dapat mengeksplorasi kebudayaan yang belum terekspos oleh masyarakat luas.

     Didukung dengan adanya literasi histori arti dari kebiasaan yang mendalam menjadikan nilai tambah untuk budaya nusantara. Pemuda ketika ini mestilah peka terhadap suasana untuk memanfaatkan teknologi di era revolusi industri ketika ini yangpaling deras arus informasi. Dengan adanya pihak dari pemerintah melewati Badan Ekonomi Kreatif dapat dijadikan batu loncatan guna keseriusan industrialisasi Kebudayaan. 
     
     Dipadupadankan dengan memasukan kurikulum dalam pendidikan, tidak saja sebatas teoritetapi siswa dapat menunjukan kebiasaan budaya yang ketika ini belum terjamahkan. Sikap menghargai toleransi terhadap perbedaan perbedaan saar ini. Harus dijadikan tongkat utama terus menambah kualitas berbudaya. Di samping itupula keseriusan pengelolaan kebudayaan dapat meningkatkan jiwa kewirausaahan pemuda pemudi kita guna terus mempromosikan kebudayaan. Dengan penjualan pernak pernik karakteristik daerah dapat dijadikan souvenir untuk para pelancong. 
     

     Penjualan souvenir juga dapat diterapkan dengan penjualan online di era ketika ini. Keterlibatan pemerintah mempunyai sifat wajib guna keseriusan mengelola budaya. Baik dari penciptaan website Visit Indonesia yang meluangkan laman laman tulisan masyarakat dengan kebiasaan wisata maupun souvenirkarakteristik daerah. Di website itu juga dapat dijadikan usaha memasarkan souvenir daerah. Hal ini berfungsi untuk menambah pendapatan pribumi daerah.

0 komentar:

Posting Komentar