Sabtu, 27 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi universitas

Teknologi Informasi |  Langkah Unkris Antisipasi Revolusi 4.0 dengan Perkembangan Pesat Kecerdasan Buatan dan IT




Teknologi Informasi - Salah satu kendala ‎masa depan yang mesti diantisipasi oleh Universitas Krisnadwipayana (Unkris) ialah revolusi 4.0, di mana pertumbuhan teknologi informasi dan intelijensia artifisial atau kepintaran buatan dilangsungkan sangat cepat, bahkan jauh lebih cepat dari yang dibayangkan semua ahli.
Hal tersebut diutarakan Rektor Ukris, Dr.H. Abdul Rivai, SE.,M.Si ‎dalam acara Wisuda Sarjana ke-58, Program ke-22, dan Program Doktor ke-6 di Gedung Pendopo Unkris, Jatiwaringin, Bekasi, Rabu (24/4/2019) lalu.
Abdul Rivai mengatakan, ciri Revolusi 4.0 ialah punahnya sebanyak jenis kegiatan yang bisa digantikan oleh teknologi informasi dan intelijensia artifisial, kebalikannya terdapat sebanyak jenis kegiatan yang tidak pernah barangkali digantikan oleh teknologi informasi dan intelegensia artifisial.
"Nah, apakah ada kegiatan yang tidak barangkali digantikan oleh kecerdasan produksi manusia? ‎Jawabannya paling ada," kata Abdul Rivai.
Dia menyebut, yaitu jenis kegiatan yang memerlukan social skills (kecakapan sosial) yang tinggi.
"Kecakapan sosial bertolak belakang dengan kemampuan, ketrampilan, atau kompetensi sosial. Kecakapan sosial sifatnya lebih mendalam dan intrinsik melekat dengan individu‎ sedemikian rupa. Sehingga, urusan tersebut tidak barangkali dapat digantikan oleh kepintaran buatan," terangnya.
Lebih lanjut Abdul Rivai‎ menuturkan, keterampilan, kemampuan, atau kompetensi sosial masih barangkali digantikan oleh kepintaran buatan, sebab sifatnya artifisial dan tidak melekat secara intrinsik terhadap individu.

Baca Juga : Exabytes Gelar Ajang Penghargaan Website

Maka dari itu, kata Abdul Rivai pendidikan masa mendatang seharusnya dapat membekali peserta didik dengan kemampuan sosial sedemikian rupa, sampai-sampai mereka bakal survive pada pasca Revolusi 4.0 yang sebetulnya berpusat dan berpangku pada manusia, pada masyarakat.
Oleh karena itu, Abdul Rivai mengungkapkan, ‎di Jepang pada Januari 2019 lalu, meneguhkan komitmen kemanusian melewati Sociaty 5.0, bahwa manusia, masyarakat sebagai pusat teknologi dan perabadan.
Maka dari tersebut Unkris bertekad menyiapkan hal-hal yang uncertainty itu dengan model kurikulum responsive dengan pertumbuhan zaman," kata Abdul Rivai.
"Alhamdulillah pada tahun 2019 ini, Fakultas Teknik sukses menambah dua program studi baru, yaitu Program Studi Sistem Informasi Program Sarjana dan Program Studi Manajemen Teknologi Program Magister," kata Abdul Rivai.
Sementara itu, dalam wisuda kali ini Unkris sukses meluluskan 462 sarjana Strata 1, 154 Magister atau Strata 2, dan 1 Doktor atau Strata 3. Dengan total yang diwisuda sejumlah 617 mahasiswa.

0 komentar:

Posting Komentar