Kamis, 25 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi shopee

Teknologi Informasi | Shopee Komentari Kasus 
Pembobolan 13 Juta Akun Bukalapak


Teknologi Informasi  - Country brand manager Shopee Indonesia Rezky Yanuar mengomentaripermasalahan pembobolan 13juta akun yang menyerang Bukalapak sejumlah saat lalu. 

Rezky mengatakan kecurian data yang dirasakan Bukalapak adalahhal yang serius. Pasalnya dalam akun itu terdapat sekian banyak  informasi urgen seperti nomor rekening, alamat rumah, sampai alamat e-mail.

"Serangan dari Pakistan kami sendiri tidak kena. Saat pembobolandiberitahukan itu langsung mengerjakan pengecekan regional. Karenaurusan ini telah adalahhal serius dan ketenteraman data pribadi," ujar Rezky usai acara peluncuran program "Kreasi Nusantara dari Lokal guna Global" di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Baca Juga : INDI 4.0 ukur kesiapan sektor manufaktur hadapi Revolusi Industri 4.0


Rezky menyatakan Shopee mempunyai tim yang didedikasikan guna menjagaketenteraman siber platform sekitar 24 jam. Ia berasumsi untuk menjagaketenteraman siber, konsumen pun harus siap mengawal keamanannya sendiri dari serangan peretas.
Serangan peretas ini dapat berupa malware atau phising yang telah marak terjadi. Di samping itu, Rezky pun menyarankan supaya pemakai tidak sembarangan menyebarkan data-data pribadi untuk oknum-oknum tertentu.

Untuk menangkal serangan peretas, Rizky menuliskan ada dua urusan yang penting. Pertama ialah keamanan platform dan ketenteraman pribadi konsumen.

"Dari sisi pemungutan data yang sifatnya lebih ke consumer to consumer (C2C). Ini yang kadang-kadang butuh diingatkan semua konsumen guna sering mengerjakan pengamanan guna akunnya," kata Rezky.
Dari ketenteraman platform, Rezky meyakinkan bahwa Shopee sudah mempunyai lapisan ketenteraman wahid guna menangkis serangan peretas. Ia menuliskan jenis serangan yang dirasakan Bukalapak ialah jenis serangan ke sistem platform.

Rezky mengakui Shopee mempunyai gerbang akses yang lebih tidak sedikit yang dapat dimanfaatkan peretas. Pasalnya Shopee tidak hanya muncul di Indonesia namun juga muncul di Taiwan, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina.

"Kalau peretasan yang sana tersebut kan pemungutan masuk ke dalam. Kalau kami telah mempersiapkan agar kita punya firewall yang lumayan kuat," imbuhnya. (jnp/evn)

Baca Juga : 115 Makalah Ilmiah Dipaparkan di Seminar Nasional Unisbank

0 komentar:

Posting Komentar