Senin, 22 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi manajemen

Teknologi Informasi | Optimalisasi Manajemen dan Strategi, BPJS Kesehatan Kerjasama dengan Lembaga Kesehatan dari Korea Selatan



Teknologi Informasi  -  BPJS Kesehatan menandatangani Nota Kesepahaman dengan The Health Insurance Review And Assessment Service (HIRA) Republik Korea mengenai Kerjasama Di Bidang Asuransi Kesehatan Sosial, di Seoul Korea Selatan, Jumat (05/04). HIRA ialah lembaga yang ditunjuk pemerintah Korea Selatan untuk mengemban review dan penilaian ongkos kesehatan.

“Nota kesepahaman ini adalahbagian dari upaya optimalisasi dan pembenahan sistemgaransi kesehatan sosial khususnya garansi kesehatan di Indonesia. Dalam baurankepandaian pengendalian defisit JKN, di antara yang menjadi sorotan ialah optimalisasi manajemen klaim dan mitigasi fraud serta memperkuat peran BPJS Kesehatan dalam strategic purchasing melewati pengembangan model pembiayaan dan sistem pembayaran kepadakemudahan kesehatan. Melalui nota kesepahaman ini diinginkan ada urusan yang dapatanda adopsi guna mengoptimalkan dua urusan tersebut,” ujar Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan,

Baca Juga : Trik TIKI hadapi disrupsi di bisnis logistik

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Jongsu Ru selaku perwakilan Penilaian Asuransi Kesehatan Republik Korea (HIRA). Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman ialah Pengembangan Sistem Klaim Digital dan Pengembangan Sistem Pembayaran untuk Provider. Bentuk kerja sama menurut MoU ini dalam format berikut berbagi keahlian, informasi, dan pengalaman, mengadakan seminar bersama, konferensi, workshop, dan pertemuan tingkat profesional lainnya serta mengerjakan penelitian bersama, pelatihan, konsultasi, dan publikasi.
sistem layanan di Korea Selatan mempunyai dua komponen yakni asuransi kesehatan danpertolongan kesehatan. Sistem asuransi kesehatan nasional menyediakan jangkauan untuk seluruh warga dan dikelola secara komprehensif melewati asuransi sosial. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Korea Selatan menunjuk institusi asuransi kesehatan nasional yakni National Health Insuranve Sustem (NHIS) dan Health Insurance Review And Assessment Service (HIRA) yang mengemban review dan peneilaian ongkos kesehatan.

“HIRA mempunyai sistem teknologi informasi klaim yang mumpuni dan bisa memitigasibilamana terjadi fraud dengan mengandalkan data-data pelayanan kesehatan yang dimilikinya. BPJS Kesehatan pun mempunyai data-data pelayanan kesehatan yang telah terekam sekitar 5 tahun dan diinginkan dapat dikembangkan. Kami hendak mempelajari sistem ini sampai-sampai dapat diterapkan secara yang efektif dalam memproses klaim. Kami bercita-cita dengan kerja sama ini, kedua institusi bakal dapat saling belajar,” ujar Bayu.

BPJS Kesehatan juga bercita-cita dapat mempelajari pengembangan model pembiayaan dan sistem pembayaran kepada kemudahan kesehatan. Hal ini dalam rangka optimalisasi peran BPJS Kesehatan dalam strategic purchasing. Di Korea Selatan, model pembiayaan dan sistem pembayaran kepada kemudahan kesehatan melewati sistem reimburse yang memakai metode fee for servive (FFS) menurut Diagnostic Related Group (DRG) diimplementasikan semenjak tahun 2002 di Korea Selatan. Proses reimburse bermula dari kemudahan kesehatanmenyerahkan klaim pelayanan kesehatan untuk HIRA. Setelah HIRA me-review klaim, maka NHIS akan mengerjakan pembayaran untuk institusi kesehatan.

“Sesuai dengan perundangan BPJS Kesehatan diberi kewenangan guna mengembangkan model pembiayaan dan sistem pembayaran kepada kemudahan kesehatan. Implementasinya dituangkan dalam kontrak kerjasama dengan kemudahan kesehatan dengan harapan kemudahan kesehatan akan menyerahkan pelayanan yang lebih efektif, tepat guna namun bobot kualitas layanan kesehatan tetap terjaga. Bagi mengimplementasikannya membutuhkan regulasi pendukung. Ini bakal menjadi upaya kita, strategic purchasing laksana apa yang akan anda kembangkan ke depan, sampai-sampai efektifitas pembiayaan pelayanan kesehatan dalam Program JKN-KIS kian optimal,”

0 komentar:

Posting Komentar