Sabtu, 20 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi kepolisian

Teknologi Informasi | Kepolisian Dapat Gunakan Data dari
 Google untuk Melacak Penjahat


Teknologi Informasi  - Google menerima lonjakan permintaan dari aparat penegakan hukum untukmenyalurkan data riwayat tempat pada sejumlah pemakainya. Database riwayat tempat yang dinamakan Sensorvault tersebut dipakai untuk kepentingan hukum. Tidak diterangkan bagaimana polisi meminta Google untuk menyalurkan database tersebut, yang meluangkan info spesifiktentang geografis, lokasi, pada waktu-waktu tertentu, khususnya di sistem operasi Android, dan sejumlah sistem operasi iOS milikperlengkapan Apple, seperti dikutip Giozmondo. Teknik tersebutdirasakan dapat menyerahkan arahan dan bukti penting untuk kepolisianguna memecahkan sejumlah kasus kejahatan. Tahun lalu, sebuahpermasalahan pembunuhan dipecahkan oleh kepolisian melewati pelacakan data tempat oleh Google. 


     Jorge Molina diciduk pada 12 Desember 2018 atas pembunuhan terhadap korban pada bulan Maret di tahun yang sama. Kepolisian meminta data dari Google untuk menunjukkan akun mana saja yang berada ditempat tersebut pada masa-masa pembunuhan terjadi, dan akun Google Molina salah satunya, seperti dikutip dari Fox News. Kabar ini lumayan melegakan untuk pihak penegak hukum, sebab kejahatan bakal lebihgampang dilacak. Namun, urusan ini pun berarti bahwa Google sekitar ini memahami apa yang dilaksanakan pemakainya, kemana mereka pergi, dengan siapa, dan berapa lama. Semua informasi kegiatan pemakai terekam oleh sistem database Google. Perusahaan teknologi sekitar ini tidak pernah menolak menyerahkan informasi penting untuk para penegak hukumguna penanganan permasalahan tertentu. Hal itu memungkinan penuntasanpermasalahan meskipun bukti di lapangan atau saksi tidak cukup, sepertipermasalahan pembunuhan di atas. Bahkan, perusahaan teknologimenyerahkan data ribuan akun di lokasi dan masa-masa kejadian tertentu. “Ini tidak menyerahkan jawaban mendadak seperti mesin perekam,menuliskan bahwa orang ini bersalah,” kata Gary Ernsdorff, jaksa penuntut senior di Negara Bagian Washington yang pun menangani sejumlah kasus berhubungan dengan pemakaian database ini, seperti dikutip New York Times. 



     Dia pun menambahkan bahwa pihak hukum tidak bakal menuntutseluruh orang melulu karena data Google mengindikasikan mereka berada di tempat kejadian. Praktek ini kesatu kali dipakai oleh agen federal pada 2016, dan dipublikasikan tahun kemudian di Carolina Utara, lantas merambah ke area lain laksana California, Florida, Minnesota, dan Washington. Tahun ini, perusahaan Google menerima 180 permintaan dalam satu minggu, dan Google menampik beberapa. Jika teknologi mencetuskan sebuah fitur pengawasan, maka pihak hukum tetap bakal mengetuk pintu untuk sejumlah data. Sensorvault, yang menyerahkan data spesifik mengenai tempat jutaan akun dalam sangat tidak satu dekade ialah salah satu contoh. Bagaimana teknik operasi permintaan data oleh penegak hukum ini? Pesanan data yang pun disebut “geofence” itu meminta lokasi danmasa-masa spesifik, dan Google mengoleksi informasi dari Sensorvaultmengenai akun-akun yang terdapat di lokasi tersebut.
      Setiap akun mempunyai nomor ID anonim, dan andai detektif terlihat di tempat tersebut dan adanya pola pergerakan berhubungan dengan kejahatan, maka Google bakal mengerucutkan perangkat-perangkat yang dirasakan tersangka atau saksi, dan Google bakal membuka nama akun itu dan informasi lainnya. Hal itu tentu memunculkan pertanyaan berhubungan privasi pemakai. “Ada kekhawatiran berhubungan privasi kalau-kalau perlengkapan kita sedang dilacak, dan urusan semacam tersebut relevan denganpermasalahan kriminal, yang menciptakan semua orang berhati-hati,” kata Catherine Turner, seorang pengacara pembela di Minnesota yang pun menangani permasalahan yang memakai teknik tersebut. 
     Masih menurutketerangan dari New York Times, semua investigator hukum tidak meminta informasi semacam tersebut dari perusahaan beda di samping Google, dan Apple menuliskan bahwa pihak mereka tidak mempunyai mempunyai akses semacam itu. Lebih lanjut, Google tidak menyinggung bahwa mereka tidak akan menyerahkan detail dari Sensorvault, tetapi Aaron Edens, seorang analis intelijen di kantor kepolisian Daerah San Mateo County, Californiamenuliskan bahwa tidak sedikit ponsel Android maupun iPhone meluangkan data spesifik andai dalam perlengkapan tersebut mempunyai akun Google.

0 komentar:

Posting Komentar