Sabtu, 20 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi jurnal

Teknologi Informasi | UIN SGD Bandung 
Optimalkan Pengelolaan Jurnal



Teknologi InformasiUNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung mempunyai komitmen guna menguatkan sasaran strategis meningkatknya kualitas jurnal ilmiah. Hal ini cocok dengan arah kepandaian ini dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI. 

"Kampus kami arahkan guna memperkuat jurnal ilmiah sebab jurnal ilmiah menjadi di antara aspek urgen dalam kredibilitas keilmuan suatu perguruan tinggi," ungkap Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si dalam “Rapat Optimalisasi Pengelolaan Jurnal” di Gedung O. Jauharuddin Kampus I, Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru, Kota Bandung, Senin (15/04/2019).

Dikatakannya, sebagai pemimpin dari pengelola jurnal kampus, dia mendapat mandat guna memikirkan dengan serius tentang keperluan tata kelola jurnal yang meliputi kepandaian dan regulasi, sistem dan struktur, sumber daya manusia, penganggaran, dan infrastruktur.

"Kita atasi sekian banyak  kendala untuk ditamatkan aspek yang sangat utama dan prioritas,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Asep Muhyiddin, M.Ag., mengatakan, kehadiran jurnal kampus memiliki makna penting untuk keperluan registrasi akreditasi, pengelolaan dalam jejaring (daring), dan pelayanan. Oleh sebab itu, guna memaksimalkan fungsi-fungsi tersebut, jurnal kampus harus mempunyai sever yang baik. "Idealnya Jurnal UINmemiliki server tersendiri," katanya.

Senada dengan urusan itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN SGD Bandung, Drs. Akhmad Luthfi, M.M., menegaskan jurnal kampus pun harus mempunyai sistem administrasi pengelolaan yang baik. Kebijakan tata kelola jurnal hendaknya diakomodasi di Ortaker. "Ini bakal diagendakan menjadi gagasan dalam rapat pimpinan,” ucap Luthfi.

Sementara Kepala Bidang Perencanaan UIN SGD Bandung, Dra. Euis Heni Herlina, M.Pd., menyampaikan, infrastruktur pengelolaan jurnal butuh dikoordinasikan dengan sejumlah pihak, yaitu pengelola jurnal, PTIPD, dan Biro Perencanaan guna mengalkulasi kebutuhan.

Tinjauan objektif

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) Lembaga Penelitian dan Pengabdianuntuk Masyarakat (LP2M), Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., menegaskan, secara objektif jurnal kampus mempunyai empat aspek yang mencakup kekuatan, peluang, asa dan aspirasi, serta hasil.

"Pengelolaan jurnal mesti mempunyai kekuatan hukum oleh karena tersebut ditopang olehketentuan perundang-undangan, baik kepandaian maupun penataan di tingkat nasional," kata Yudi, sapaan akrab Wahyudin Darmalaksana.

Dijelaskannya, kesempatan untuk menambah kualitas jurnal melalui pertolongan Ditjen Pendis Diktis Kementerian Agama RI paling terbuka. Menurutnya, ketika ini, secara nasional jurnal terakreditasi baru menjangkau 2.000, sebenarnya sampai Tahun 2020 Kementerian Ristek Dikti menargetkan 7.000 jurnal terakreditasi nasiona.

"Di samping momentum percepatan akreditasi nasional pun ada kesempatan indeks DOAJ tingkat regional dan Scopus tingkat internasional reputasi global," ujar Yudi.
Harapan dan aspirasi penguatan jurnal kampus, lanjut Yudi, antara lain kepandaian dan regulasi internal, penguatan struktur koordinasi, penambahan kapasitas SDM tata kelola, perencanaan dan penganggaran, dan pengembangan infrastruktur penunjang pengelolaan jurnal.

Dijelaskannya, hingga tahun 2018, hasil kegiatan pengelolaan jurnal UIN SGD Bandung sudah menjangkau 17 jurnal ilmiah terakreditasi nasional. Semuanya itu, terangnya,mempunyai sertifikat dan terindeks Sinta (Science and Technology Index).

Jurnal yang masuk Sinta 2, lanjutnya, yakni Jurnal Pendidikan Islam; Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya; Jurnal Agro; Jurnal Biodjati; dan Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies. Sinta 3, yaitu Join (Jurnal Online Informatika); Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi; International Journal of Nusantara Islam; dan Jurnal Tadris Kimiya.

Sedangkan yang masuk Sinta 4, yakni Jurnal Analisa; Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya; Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir; dan TELKA : Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol.

"Sinta 5, yaitu Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISPO); Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis; Jurnal BIOEDUIN: Program Studi Pendidikan Biologi; dan Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik," sebutnya.

Keputusan Bersama

Yudi mengatakan, rapat optimalisasi pengelolaan jurnal menghasilkan kesepakatan bareng untuk mengemban agenda prioritas. Implementasi kegiatan prioritas berhubungan pengembangan infrastruktur pengelolaan jurnal dibicarakan secara khusus.

Dijelaskanna implementasi kegiatan prioritas ini akan dibicarakan oleh Kepala Biro AUPK, Ahmad Luthfi; Kepala Bagian Perencanaan, Euis Heni Herlina; Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, PTIPD, Undang Syarifuddin,; Kepala Puslitpen LP2M, Wahyudin Darmalaksana; dan Ketua Pengelola Jurnal, Agus Ahmad Safei.

"Sebanyak 49 jurnal UIN SGD adalahunggulan, dampingan, dan rintisan. Akreditasi jurnalbakal ditingkatkan. Kami bersyukur mempunyai sumber daya semua pengelola jurnal dengan dedikasi tinggi. Kami punya sumber daya asesor Dr. Ade Yeti Nuryantini dan Mas Busor, M.Ag.,” tutur Yudi.

Dikatakannya, penambahan kualitas jurnal ilmiah menjadi komitmen dan keputusan bersama. Dia bercita-cita status jurnal UIN SGD terus bertambah sampai kualitas utama.

0 komentar:

Posting Komentar