Rabu, 17 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi internet

Teknologi Informasi | Hoaks Terus Beredar di Masa 
Tenang Pilpres 2019, Bagaimana Melawannya?


Teknologi Informasi  -  Jelang pengambilan suara pada 17 April 2019, berita hoaks terus mengalir deras. Masyarakat diciptakan bingung dengan pencekokan aneka informasi yang tak valid, khususnya seputar politik.

Berdasarkan keterangan dari pengamat Teknologi Informasi (TI) Ruby Alamsyah, dalam menghadapi kondisi ini, masing-masing pribadi di masyarakat hendaknya dapat melakukan proses klarifikasi.
"Bagi yang dapat melakukan klarifikasi teknis secara IT, tolong rekannya, kerabatnya guna men-counter. Atau untuk masyarakat awam,paling tidak dia mesti menggali informasi pembanding lainnya. Apakahtersebut di media atau di internet," kata Ruby untuk Liputan6.com, Senin (15/4/2019).

Perangkat guna mendeteksi kabar hoaks, kata dia, sebetulnya sudahterdapat di sebanyak platform internet. Hanya saja tersebut perlu disosialisasikan untuk masyarakat.

"Misalnya, informasi hoaksnya foto, simpel, telah ada tools-nya. Yaitu Google Images. Kan dapat submit potret yang di-broadcast (jadi viral). Apakah itu potret asli dengan narasi yang ada, dan apakah telah ada yang klarifikasi," jelas Ruby.

Namun yang tersulit, menurutnya berhubungan dengan narasi. Kendatiurusan itu dapat ditelusuri melewati proses klarifikasi denganpelbagai tahapan.

"Sebenarnya enggak sulit-sulit amat. Kalau terbiasa searching Google,tersebut simpel. Kalau berupa narasi saja, tersebut copy paste aja satu kalimat atau satu alinea, di submit di Google. Itu paling tidak akanterdapat counter-counter-nya," ujar dia.
Ruby mengungkapkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)sebetulnya mempunyai perangkat untuk mencari benar tidaknya sebuah informasi. Begitu juga dengan komunitas maupun instasi lain. Namun semuatersebut tidak berlangsung maksimal lantaran terdapat kendalanya.

"Kendalanya mereka (dianggap) tidak dapat menunjukkan independensinya. Misalnya komunitas, terkesan pihak tertentu. Kalau Kemenkominfo, (anggapan publik) menuju salah satu pasangan," ucap Ruby.

Untuk itu, dia berpandangan dari sudut IT, secara teknologi dapat dibuat platform yang bisa menjadi tools guna mendeteksi hoaks. Agar masyarakat dapat memeriksa kebenaran sebuah informasi.

"Itu udah terdapat teknologinya dan diciptakan platform tertentu. Agar ini dapat digunakan secara luas," ucap dia.


Baca Juga : OJK: Fintech Harus Punya Manfaat Bagi Perekonomian Nasional

0 komentar:

Posting Komentar