Selasa, 16 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Hotel

Teknologi Informasi | Bisnis Model 
Baru dalam Industri Hotel


Teknologi Informasi  - Kompetisi dunia bisnis ketika ini laksana medan pertempuran. Era kecanggihan dan supercepatnya teknologi informasi dan dunia maya bakal mendisrupsi pengelolaan bisnis model lama yang bertopang pada kekuatan modal. Zona bisnis perhotelan mau enggan terseret dalam derasnya arus evolusi tersebut.

Bila pemain di bisnis ini tak mau untuk segera berubah, mereka bakal ditinggalkan. “Design landscape bisnis perhotelan di Indonesia dituntut terus berakselerasi seimbang lurus dengan laju gelombang evolusi yang tanpa jeda. Menghadapi arus peradaban teknologi maupun evolusi signifikan perilaku customer diperlukan respons cepat. Sekaligus berpadu dengan inovasi bernilai menarik dan unggul guna menjawab keperluan konsumen,” papar Master Hotel Indonesia Dicky Sumarsono di sela launching kitab barunya Winning Competition di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo Solo, Rabu (20/3).
Saat ini, model bisnis baru yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan tergolong hotel,sudah mulai bermunculan. Ekonomi digital telah menimbulkan era khusus menjadi inklusif. Kalau sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu yang punya modal besar dengan model bisnis digital, sekarang semua orang dapat mengiklankan usaha dengan modal kreativitas.
     Transformasi digital dalam industri perhotelan bukan adalahpilihan. Tapi, kewajiban yang dapat menolong industri menjadi lebih kompetitif di era digital yang berfungsi untuk menjangkau operation excellence dan business excellence.
“Dalam kitab ini dijelaskan sejumlah keluhan atau derita konsumen yang tidak jarang muncul. Seperti harga yang tidak cukup terjangkau, terlampau lama menunggu, dan opsi terbatas, tapi mesti tetap dibayar. Bagi memenuhi keperluan customer, perludilaksanakan pengamatan empiris. Tujuannya untuk mendapat  value preposition untuk memecahkan masalah pelanggan bahkan memuaskannya,” jelas Dicky yang pun penulis kitab Winning Competition.
Di sisi lain, semua penggiat di bisnis perhotelan mesti berani untuk dapat tak melulu menghadapi keadaan pasar, tetapi menciptakan tren market sendiri. Di situlah mereka akan dapat bertahan dan mengantongi profit yang berkelanjutan.
     Valuasi suatu hotel sekarang tak lagi didasarkan pada apa yang dipasarkan oleh hotel tersebut. Valuasi baru kini pun mengulurkan prospek yang terlihat pada eksistensi hotel itu dalam membina tekologi yang dinamakan sebagai pasar.


Jadi, model bisnis dan prospek bisnis hotel serta profesionalisme SDM yang terdapat di dalamnya dituntut selalu mengerjakan up skills. Itulah yang bakal dinilai menjadi tinggi.
Lantas bagaimana mesti bersikap guna mengatasinya? Jika mesti berubah bagaimana caranya? Apa strateginya? Bagaimana pengelolaan cash flow-nya? Bagaimana software manajemennya? Belum lagi bagaimana dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan? Gunamembalas bergerbong-gerbong pertanyaan tersebut, kitab inilah rujukannya.
Dua kitab Best Seller yang ditulis sebelumnya berjudul Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia dan Luar Biasa Bisnis Restoran di Indonesia paling menginspirasi dan berhasil jadi referensi.
Mempublikasikan kitab yang kini dengan judul besar ‘Winning Competition’. Starting point-nya pada bisnis model sebagai teknik dan strategi baru untuk membuat profit yang optimal dan berkelanjutan. Judul kitab ini dapat dibilang seri kelanjutan dari kitab sebelumnya yang berlabel ‘Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia.
“Saya menawarkan jawaban jitu untuk dunia bisnis perhotelan dalam menghadapi iklim perubahan. Karena dalam dunia bisnis telah jelas bahwa adanya evolusi tak dapat ditolak. Semoga kitab Winning Competition ini berfungsi dan dapat menjadi rujukan dalam mengelola bisnis Anda,” tegasnya.
Buku ini bisa menjadi sumber referensi untuk mereka yang sedang di posisi start-up atau merintis maupun yang telah lama eksis di bisnis perhotelan. Seperti semua CEO Hotel, direktur hotel, general manager hotel, department head hotel dan semua hotelier.

0 komentar:

Posting Komentar