Sabtu, 13 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Garuda Indonesia

Teknologi Informasi | Begini model kerjasama Garuda-Mahata dalam penyediaan WiFi


Teknologi Informasi  - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) baru saja memberitahukan laporan keuangannya guna kinerja 2018.
Dalam Keterbukaan Informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), maskapai ini sukses mencatatkan deviden sebesar US$ 809.846 di 2018 berbanding terbalik dengan kerugian yang diderita di 2017 sebesar US$ 216.582.416.
Pendapatan usaha yang diraih Garuda sepanjang 2018 sebesar US$ 4.373.177.070 naikdikomparasikan 2017 sebesar US$4.177.325.781.
Pendapatan usaha berasal dari penerbangan berjadwal (US$3.583.378.852), penerbangan tidak berjadwal (US$266.866.623), dan lainnya (US$567.931.595).
Item lainnya dalam penghasilan usaha ialah Pemeliharaan dan perbaikan pesawat,Pelayanan penerbangan, Biro perjalanan, Travel agent, Jasa boga, Catering, Groundhandling, Hotel, Transportasi, Teknologi informasi,Pelatihan, Training service, dan Healthcare service
Hal yang menarik ialah adanya penghasilan lain-lain yang dicatatkan Garuda dimana kontribusi terbesar dari Pendapatan kompensasi atas Income hak pemasangan perlengkapan layanan konektivitas dan hiburan dalam pesawat, dan manajemen konten senilai US$239.940.000.
Kerjasama Mahata
    Dalam daftar keuangan itu ditetapkan pada tanggal 31 Oktober 2018, Garuda Indonesia dan PT Mahata Aero Teknologi (Mahata) menyelenggarakan perjanjian kerja sama yang sudah diamandemen, terakhir dengan amandemen II tanggal 26 Desember 2018, tentang penyediaan layanan konektivitas dalam penerbangan dan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten.
Mahata akan mengerjakan dan menanggung seluruh ongkos penyediaan, pelaksanaan, pemasangan, pengoperasian, perawatan dan pembongkaran dan pemeliharaan tergolong dalamurusan ada kerusakan, mengubah dan/atau membetulkan peralatan layanan konektivitas dalam penerbangan dan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten.
Mahata ialah startup penyedia jasa wi-fi pesawat cuma-cuma kesatu di Indonesia.
Masih dari daftar keuangan yang dikeluarkan Garuda, ditetapkan Mahata mengamini membayar ongkos kompensasi atas hak pemasangan perlengkapan layanan konektivitas dalam penerbangan guna 50 pesawat A320, 20 pesawat A330, 73 pesawat Boeing 737-800 NG dan 10 pesawat Boeing 777 sebesar US$ 131.940.000 dan ongkos kompensasi atas hak pengelolaan layanan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten guna 18 pesawat A330, 70 pesawat Boeing 737-800NG, 1 pesawat Boeing 737-800 MAX dan 10 pesawat Boeing 777 sebesar US$ 80.000.000 untuk Garuda sesudah ditandatangani perjanjian kerja sama. 
     Garuda bakal mengevaluasi masing-masing 2 bulan pengamalan perjanjian kerja sama, danandai hasil penilaian menunjukkan bahwa perjanjian kerja sama tidak menguntungkan Garuda, atau dalam urusan Mahata tidak melaksanakan keharusan dan tanggung jawabnya, Garuda berhak untuk menyelesaikan perjanjian kerja sama dan seluruh hak dan keharusan yang belum ditamatkan dan/atau sudah timbul sebagai dampak penerapan perjanjian kerja sama dan mesti ditamatkan selambat-lambatnya 14 hari sesudah perjanjian kerja sama berakhir.
Dalam Catatan finansial dinyatakan, penghasilan atas kompensasi hak pemasanganperlengkapan layanan konektivitas kompensasi dan kompensasi hak pengelolaan layanan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten sebesar US$ 211.940.000 dinyatakan padaketika penyerahan hak untuk Mahata pada tahun 2018.
Di samping itu, Mahata wajib menunaikan alokasi slot untuk Garuda, secara tahunansemenjak penerbangan perdana, atas penghasilan aktual yang didapatkan atas upaya Mahata sebesar 5% dari total penghasilan aktual pada tahun ke-1, 6% dari totalpenghasilan aktual pada tahun ke-2, 7,5% dari total penghasilan aktual pada tahun ke-3hingga dengan tahun ke-10 untuk masing-masing iklan yang diperoleh oleh Garuda.
Sedangkan guna iklan yang diperoleh oleh Mahata, Mahata wajib menunaikan alokasi slotuntuk Grup tahunan semenjak penerbangan perdana, atas penghasilan aktual yangdidapatkan atas upaya Grup sebesar 95% dari total penghasilan aktual pada tahun ke-1, 94% dari total penghasilan aktual pada tahun ke-2, 92,5% dari total penghasilan aktual pada tahun ke-3 hingga dengan tahun ke-10.
Perjanjian kerja sama antara Garuda Grup dengan startup ini berlaku sekitar 15 tahun. Saat ini, pola alokasi slot guna tahun ke-11 hingga dengan tahun ke-15 belum ditentukan
     Garuda pun mempunyai perjanjian kerja sama atas pemasangan dan pengelolaan wifi on board di maskapai kepunyaan PT Sriwijaya Air.
PT Sriwijaya Air (Sriwijaya) setuju guna turut serta dalam perjanjian layanan konektivitas dalam penerbangan yang diselenggarakan oleh Garuda Grup dengan Mahata dengan kompensasi sebesar US$ 30 juta.
Garuda Grup dan Sriwijaya menyelenggarakan perjanjian pemasangan dan pengelolaan wifi on board pada 47 pesawat B737-series yang dioperasikan Sriwijaya dan 3 pesawat B737-series yang akan diantarkan ke Sriwijaya di tahun 2019 dan 2020. Perjanjian berlaku semenjak 14 Desember 2018 guna jangka waktu sekitar 10 tahun.
Maskapai Sriwijaya setuju melulu menerima kompensasi sebesar US$ 2 juta dan menyerahkan insentif untuk Garuda Grup sebesar USD 28 juta sebagai kompensasi atas keikutsertaan Sriwijaya pada perjanjian layanan konektivitas dalam penerbangan antara Grup dan Mahata. Imbalan mempunyai sifat tidak dapat dibalikkan meski perjanjian selesai ataudiselesaikan oleh karena apapun.


0 komentar:

Posting Komentar