Kamis, 11 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Facebook

 Teknologi Informasi | Facebook Tetap Bisa Lacak Data dari
 Akun yang Telah Dinonaktifkan



Teknologi Informasi - Facebook mempunyai fitur “deactivate account”, yang memungkinkan seseorang guna menon-aktifkan sedangkan akun Facebook mereka. Setelah dinonaktifkan, akun itu menjadi tidakdapat dilihat, dicari, hilang ataupun tak dapat dilacak sesama pemakai di dunia maya. Namun, pihak Facebook masih dapat mengakses data dari akun non-aktif tersebut. 
     Facebook dan media sosial lainnya bisa mengakses informasi tentang apa saja yang saya dan anda lakukan saat sedang online. Data-data dasar lainnya, laksana email, nomor telepon, biodata, hobi, dan ketertarikan pun terbuka untuk akses Facebook. Facebook mengatakan, melulu dengan menghapus akun secara permanen yang bisa menghentikan akses data suatu akun. Deactivate account melulu menghalangi akses akun lain guna melacaksuatu akun, dan menghentikan pengumuman masuk di akun seseorang. Menonaktifkan akun sementara malah langkah riskan karena
Facebook tetap mengumpulkan data pribadi, kalau-kalau akun tersebut digiatkan kembali. Singkatnya, akun yang dideaktivasi melulu disembunyikan dari jagat Facebook, tetapi datanya tidak tersembunyi dari bank data perusahaan teknologi Facebook sendiri. Facebook masih menginginkan akun-akun yang dideaktivasi guna kembali menggiatkan akunnya pulang dan Facebook pulang mencekokinya dengan iklan-iklan yang sudah 'disesuaikan' dengan ketertarikan dan kegemaran kita.
Pesan langsung (direct message) untuk akun beda tetap bisa terlihat di akun tersebut,tetapi profil dan data-datanya tidak bisa diakses lagi. Sedangkan, menghapus akun berarti empunya tidak lagi dapat menggiatkan akun pulang atau berjejaring di Facebook. Semua data, tanda potret di akun lain, pesan langsung bakal ikut terhapus selamanya. Beberapa orang menduga bahwa deaktivasi akun bakal menghentikan proses pelacakan Facebook terhadap akun yang dimilikinya, sebenarnya tidak demikian. Facebook melulu mengistirahatkan data dari akun tersebut.
     Kathleen McGee, Jaksa Umum di Biro Internet New York menyinggung bahwa misinformasi ini adalahsalah satu format penipuan. “Untukdestinasi transparansi konsumen, Saya cemas bahwa ini ialah tindak penipuan,” kata McGee yang memandang bahwa keterangan Facebook tentang deaktivasi akun dirasakan belum menyeluruh. Facebook memang sedang terkendala masalah privasi data pemakai dengan serangkaian permasalahan yang memakai data pemakai untuk sejumlah penyalahgunaan,laksana terlibat dalam politik dan iklan kesehatan.
Beberapa lainnya menyimpulkan untuk menata ulang data mereka di Facebook, menyerahkan informasi seminim barangkali di akun mereka. Lebih lanjut, andai seseorang tidak mempunyai akun       Facebook, perusahaan teknologi raksasa itu masih dapat melacak lokasi, alamat IP, dan data-data lainnya. Facebook pun bekerja guna iklan browser dan melewati laman-laman yang mengolah data ke dalam format algoritma, tergolong orang-orang yangmemakai tombol “Suka” dan “Bagikan”. Ketika seseorang mengakses laman-laman dengakriteria di atas, maka Facebook bisa melacak datanya.
Salah satu metodenya dalah dengan menhentikan Script. Beberapa laman mengandalkan script. Script ialah jajaran kode yang digunakan pengiklan (dan kebutuhan lain) guna melacak eksistensi seseorang di suatu laman. Jika Scripts bisa di blok maka pelacak informasi pun kehilangan jalan guna mengakses data pemakai.

0 komentar:

Posting Komentar