Selasa, 09 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Ancaman Contohnya

Teknologi Informasi | Diskominfo Bolmong 
Antisipasi Ancaman Siber Attack


Teknologi Informasi  -  Perkembangan internet dan teknologi informasi yang paling pesatmemprovokasi secara langsung keperluan pokok bakal informasi dalam kehidupan ketika ini.
Saat ini semakin tidak sedikit kalangan pemerintah baik sipil maupun militer, bisnis, organisasi nirlaba, sampai individu yang menjadi paling ketergantungan dengan gejala di zaman informasi. Namun kenyamanan sertafasilitas yang ditawarkan di abad informasi itu sekaligus mengundang terjadinya tindakan durjana atau kriminalitas di dunia maya atau dunia siber yang anda sebut dengan cyber crimes oleh semua pelaku yang hendak mengambil peluang dan deviden dalam dunia maya tersebut.
     Hal itu disebutkan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Parman Ginano melewati Kepala Bidang Persandian dan Statistik Sutoyo Paputungan Kamis 4 April 2019.
Berdasarkan keterangan dari Sutoyo, dalam rangka penambahan fasilitasipenambahan layananan keamanan wilayah perbatasan serta pengamanan informasi dan ancaman siber Indonesia, Diskominfo Bolmong yang dalampekerjaan Pemprov Sulut di Kabupaten Kepulauan Sangihe kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI.
Dalam kegiatan tersebut kata Sutoyo, BSSN menyerahkan materi mengenai pengamanan informasi dan ancaman siber attack di bidang pemerintahan.
     “Saat ini bagaimana teknik untuk mengantisipasi serangan terjadi dalamformat distributed denial of service yang secara tiba-tiba di web service pemerintah, bank, media dan partai politik menerima puluhan ribu pengunjung seketika mengakibatkan lumpuhnya system,” ungkap Sutoyo.
Materi lainnya diserahkan oleh BSNN yaitu Web Deface, Phising, Malware, Hacking, Skimming. Yang kesemuanya dalam ketenteraman secara lengkap dan pengelolaan terstruktur oleh BSSN.
Acara itu dihadiri Dinas Kominfo se Provinsi Sulut yang terdapat di 15 kabupaten/kota.
Bukan melulu itu lanjtunya, sebagai misal misalnya, serangan danpencopetan data terhadap sekian banyak  situs baik kepunyaan pemerintah maupun situs-situs komersial dan perbankan tidak terkecuali bisa jadi serangan terhadap situs-situs kepunyaan institusi strategis di Indonesia,laksana situs-situs milik sebanyak lembaga strategis tertentu.
Saat ini akses internet melewati komunikasi nirkabel, baik yang berbayar ataupun kemudahan layanan wi-fi cuma-cuma yang tersedia, dapat memungkinkan terjadinya kebocoran informasi individu atau rahasia perusahaan yang dapat digunakan guna menyerang server.
     Selain tersebut adanya resiko serangan malware pada smartphone yangdapat mengakibatkan isi kitab alamat dan informasi individu lainnyabarangkali dapat terkirim ke server eksternal atau yang tidak sah.
Surat elektronik (email) pun tidak luput menjadi serangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Target serangan ini dapat individu atau organisasi. Dimana suatu email dengan lampiran yang terinfeksi virus dikirim dari penyerang atau adanya permasalahan laporan password yangdicopet atau terinfeksi virus.
“Jika telah disusupi virus, pemakai bakal membuka lampiran maka secara otomatis mengakibatkan koneksi ke server eksternal yang dikehendaki penyusuf dan informasi dalam computer bakal bocor,” jelasnya.
Oleh karena tersebut pemerintah mengupayakan untuk memberikan sejumlah langkah untuk pemakai internet untuk menangkal terjadinya penyalahgunaan. ()

0 komentar:

Posting Komentar