Rabu, 10 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Ebook

Teknologi Informasi | Kehadiran E-Book, Jadi Teknologi yang 
Membentukan Budaya Literasi di Kalangan Pelajar



Teknologi Informasi  - Penggunaan teknologi dapat jadi pilihan unik dalam membangun kebiasaan literasi. Termasuk di kalangan pelajar.
Keberadaan electronic book (e-book), jadi satu di antara pilihan instrumen yang dapat digunakan.
Dikenal praktis dan efesien serta berbiaya rendah, jadi sejumlah keunggulan yang dapat didapatkan dengan pemakaian instrumen ini.
"E-book jelas punya tidak sedikit kelebihan. Praktis, karena dapat diakses bahkan dari melulu sebuah smartphone," nilai Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak, Mai Yuliastri Simarmata (33), Rabu (27/6/2018).
Dengan segala keunggulan itu, e-book menurutnya paling efesien. Terutamabilamana dikomparasikan dengan kitab konvensional alias papper book (buku biasa).
Hanya saja, katanya, sifatnya yang bermunculan dari teknologimenciptakan pemanfaatannya pun harus dengan pengetahuan dan penguasaanbakal teknologi tersebut sendiri. Pada sejumlah kasus, situasi iniinginkan tak mau, dinyatakan atau tak dinyatakan jadi hambatan dalam upaya bangun kebiasaan literasi di kalangan pelajar.
"Selain tersebut juga sehubungan dengan sarana pendukung. Hanya mereka yang punya perangkat penyokong saja dapat mengaksesnya," lanjutnya.
Ia mencontohkan, sejumlah kendala tersebut di antaranya dapat datang dari orangtua. Terutama semua orangtua yang gagap dengan pertumbuhan teknologi kekinian.
Sehingga terdapat gap atau jarak kebiasaan antara orangtua dan anak. Sesuatu yang seharusnya dapat diminimalisir.
"Beberapa orangtua yang ingin tidak ikuti pertumbuhan teknologi,pastinya akan paling sulit sekali menyesuaikan tuntutan zaman," lanjutnya.
Demikian pula halnya dengan guru. Guru yang tidak cakap teknologi, malah akan menjadi penghambat transformasi informasi dan pembangunan kebiasaan literasi di kalangan pelajar dengan pemanfaatan teknologi kekinian.
"Karenanya, orangtua pun harus memotivasi. Juga demikian halnya dengan peran guru. Karena ketika ini siswa dapat dibilang lebih tidak sedikit menghabiskan masa-masa di sekolah," pungkasnya.


0 komentar:

Posting Komentar