Selasa, 09 April 2019

Teknologi Informasi | Kuliah di Teknologi Informasi

Teknologi Informasi | Sukses usaha berawal dari 
otak-atik komputer bekas


Teknologi Informasi  - Kegemaran mengotak-atik komputer semenjak masih duduk di bangku sekolah menengah kesatu (SMP) telah mengirimkan Donny Kris Puriyono menjadi pengusaha berhasil di bidang teknologi informasi (TI). Terutama, dalam penyediaan laboratorium bahasa dan aplikasi edukasi.

Selain konsentrasi di kedua bidang tersebut, PT WinnerTech Lintas Nusa, milik lelaki kelahiran Malang ini pun mendistribusikan sekian banyak  perangkat edukasi berbasis teknologi untuk menyokong produk-produk yang dia produksi. Misalnya, interactive whiteboard, interactive voting, serta robotika.

Sayangnya, Donny menampik buka-bukaan soal omzet. Yang jelas, semenjak WinnerTech berdiri pada 2004 lalu, produk-produknya telah dipakai di ribuan sekolah di Indonesia, tergolong di pelosok-pelosok desa.

Bukan hanya di dalam negeri, produk-produk produksi perusahaannya pun sudah digunakan di sekolah-sekolah luar negeri, laksana di Malaysia dan Arab Saudi.

Semua berhasil itu bermula ketika sang ayah membelikan Donny suatu komputer bekas. “Dari situ, saya tertarik otak-atik komputer, juga tidak sedikit baca mengenai komputer,” cerita lelaki yang bermunculan pada 20 April 1982 ini.

Berbekal keterampilan tersebut, Donny yang kala tersebut masih berstatus pelajar sekolah menengah atas (SMA) menawarkan jasa servis komputer danpenciptaan desain guna brosur. “Pas inginkan ujian akhir, terdapat tetangga yang minta pertolongan saya buat perangkat guna wartel (warung telepon),” ujarnya.

Meski tidak punya empiris sedikit pun, dia menyanggupi permintaan tersebut. Hasilnya, Donny memang sukses merampungkan pekerjaanmenciptakan wartel dalam tempo empat hari. “Keuntungannya lumayan, sayatak sempat persisnya, namun lebih tinggi daripada gaji karyawan,” ungkapnya.

Sejak itu, Donny kian mantap memungut jurusan kiat informatika ketika kuliah. Ia juga kuliah di Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI), Malang.

Saat kuliah, keinginannya guna berbisnis di bidang komputer tetap ada. Maka, bareng tiga rekan kampusnya, Donny membuka toko komputer. Karena modal yang mini, tidak hingga Rp 1 juta, maka melulu satu komputer yang mejeng di tokonya. Alhasil, enggak terdapat calon pelanggan yang melirik.

Demi unik pelanggan, dia kemudian memajang kardus bekas central processing unit (CPU), motherboard, processor, keyboard, dan mouse. “Akhirnya toko jadi ramai, terdapat yang mohon rakit komputer, pengetikan, print, desain. Kami siap semua,” kata Donny yang ketikatersebut juga membuka kursus komputer guna anak-anak SMP.

Tapi, kongsi dengan tiga temannya bubar di tengah jalan karena tidak satu visi lagi. Donny kesudahannya meneruskan usaha toko komputer seorang diri, seraya tetap kuliah dan memberi les komputer.

Lantaran tidak jarang mengajari komputer ke anak-anak SMP, ia terinspirasi untuk menciptakan tutorial petunjuk belajar dasar-dasar komputer untuk pemula dalam format cakram padat (CD). “Kan, masa-masa saya terbatas, sementara tidak sedikit yang mohon diajarkan,” ucapnya.

Keinginan tersebut terwujud sesudah Donny lulus kuliah pada 2004. Bagi berbisnis CD tutorial itu, ia mengibarkan bendera usaha dengan nama Simply and Smart Interactive. Modal mula senilai belasan juta rupiah dia dapatkan dari meminjam ke orangtua.

Sejatinya, orangtuanya tak setuju Donny membuka usaha di bidang komputer. Mereka lebih sreg anaknya mengekor jejak sang ayah menjadi karyawan perusahaan. “Tapi, saya enggak mau, hingga saya baru ambil ijazahsesudah empat tahun lulus,” imbuh dia.

Bisnis toko oleh-oleh

Ternyata, CD tutorial komputer produksi Donny bisa respons bagus. “Mungkin sebab produk saya inovatif dan tutorialnya mudah untuk yang awam guna mahir komputer, jadi tidak sedikit yang suka,” ucap Donny.

Bukan hanya pelajar, tidak sedikit juga sekolah yang tertarik pada CD tutorial besutan Donny. Berangkat dari antusiasme itu, ia menciptakansekian banyak  macam perangkat empuk alias aplikasi untuk keperluan pendidikan. Mulai aplikasi laboratorium bahasa, perpustakaan, sampai manajemen sekolah yang menolong pengaturan akademis.

Usahanya terus berkembang. Pada 2007, dia pun menyusun perseroan terbatas (PT) dengan nama WinnerTech Lintas Nusa.

Bahkan, produknya sukses menembus pasar ekspor. Hingga ketika ini, WinnerTech sudah mengantongi puluhan paten di bidang pendidikan.

Pada 2009, guna kesatu kali Doddy mengekspor produknya ke Arab Saudi. Ini tak lepas dari jaringan yang ia rajut dengan rajin ikut seminar dan forum bisnis. Dia pun kerap mengekor pameran edukasi internasional di Jakarta.

Seiring permintaan yang semakin banyak, tergolong dari distrik Barat Indonesia, Donny kemudian membuka kantor cabang di Jakarta pada 2012 lalu. Sementara bengkel kerja (workshop) dan gudang terdapat di Malang. Total karyawannya kini sekitar 100 orang.

Saat ini, kliennya lebih tidak sedikit sekolah, mulai sekolah dasar (SD)sampai perguruan tinggi. Bagi pemasaran, dia menggandeng perusahaan-perusahaan penyalur alat peraga, baik skala nasional maupun internasional. Jumlah partner WinnerTech sekarang ada ratusan.

Pada 2012 pula, Donny kepikiran guna melebarkan sayap bisnis dengan membuka toko oleh-oleh khas Malang. Ide datang ketika dia mengerjakan proyek di Padang.

Di ibu kota Sumatra Barat, ia mengejar sebuah toko oleh-oleh besar,tetapi pemiliknya orang Malaysia. “Karena saya orang Malang asli,bermukim di Malang, tidak boleh sampai tersebut kejadian di Malang. Apalagi sedang booming pariwisata di Malang,” jelasnya.

Akhirnya, Donny menyuruh pengusaha oleh-oleh Denni Delyandri dan aktor Teuku Wisnu menegakkan toko oleh-oleh khas Malang. Pada Desember 2014, dengan mengangkat nama Malang Strudel, toko oleh-olehnya berdiri.

Sesuai namanya, tokonya memasarkan strudel. Sejatinya, strudel yang adalahkue lapis mengandung buah-buahan, berasal dari Austria. “Kami ingin buat sesuatu yang beda, namun bahan bakunya khas Malang,” ungkap Donny yang membidik pasar menengah atas.

Sejak awal, ia tidak melulu mempromosikan Malang Strudel, pun pariwisata kota apel. Secara serius, dia menciptakan video yang mengusungpariwisata Malang.

0 komentar:

Posting Komentar