Senin, 26 Agustus 2019

Teknologi Informasi Bk | Caraka Malam, Latih Mental CPNS Setjen dan BK DPR


Teknologi Informasi Bk
Teknologi Informasi Bk


Teknologi Informasi - Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Rahaju Setia Wardani mengatakan, pekerjaan Caraka Malam yang diserahkan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Setjen dan BK DPR RI adalah simulasi dimana seorang abdi negara atau Aparatur Sipil Negara (ASN) mesti dapat mengawal kerahasiaan negara. Baik dari gangguan, tantangan, maupun godaannya.

“Oleh sebab itu, pada peluang (Caraka Malam) ini mereka diajar untuk tetap teguh, tetap jujur, serta mengawal mental dan etika,” jelasnya di sela-sela pekerjaan diklat CPNS Setjen dan BK DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Diklat CPNS Setjen dan BK DPR RI diadakan pada 5 Agustus 2019 hingga dengan 11 Oktober 2019 di Wisma Griya Sabha Kopo DPR RI, Cisarua, Jawa Barat.


Yayuk, sapaan akrab Rahaju menjelaskan, destinasi utama penyelanggaraan diklat ini supaya seluruh peserta diklat CPNS Setjen dan BK DPR RI siap menerima kendala untuk mengawal kerahasiaan negara. Hal ini cocok dengan tujuan pembelajaran selama pekerjaan diklat berlangsung.

“Seluruh peserta telah terlatih secara disiplin cocok dengan proses pembelajaran yang sudah diterapkan sejauh ini. Agar dapat menerima semua hambatan, mereka (peserta sekretariat umum CPNS dan RP BK DPR) dapat menjadi koheren sebagai pegawai negeri dan agen profesional masyarakat,” ungkapnya sambil mengingatkan diklat hanya dilaksanakan satu kali, sehingga peluang ini mesti dimanfatkan sebaik mungkin. 


Lebih lanjut, sebagai generasi milenial yang paham akan pertumbuhan informasi teknologi (IT), Yayuk bercita-cita para CPNS dapat membawa perubahan yang signifikan pada lembaga DPR RI mengarah ke perbaikan di era modern. Sebagai Kepala Pusdiklat, ia mendorong untuk seluruh CPNS supaya bisa bekerja dengan baik nantinya.

“Apalagi di DPR, dimana DPR adalahpusat perundang-undangan dan pusatnya rahasia-rahasia negara. Dengan banyaknya kepandaian yang butuh dipertimbangkan dengan hati-hati, urusan ini menjadi kendala sekaligus tugas CPNS DPR RI besok sebagai supporting system-nya dewan yang mesti dapat menjaga kewibawaan, ketenteraman dan kerahasiaan dengan optimal,” harapnya.



Teknologi Informasi Bina Nusantara




TEKNOLOGI INFORMASI Terus mengindikasikan perkembangan signifikan, industri blokchain jadi pilihan unik untuk dikembangkan di Indonesia.

CEO Indonesia Digital Asset Exchange (INDODAX) Oscar Darmawan mengugkapkan bahwa industri blokchain telah bertransformasi lumayan banyak. Bahkan, pemerintah telah memutuskan blokchain sebagai di antara komoditas dan legal guna ditransaksikan.

Oscar menjelaskan, teknologi blokchain bukan sekedar mata duit crypto atau yang biasa dikenal dengan bitcoin, melainkan pun teknologi. Dia menyadari, literasi blokchain masih paling rendah di Indonesia, untuk tersebut ke depan diinginkan minimal pemakai IT Tanah Air sudah mengetahui apa tersebut blokchain.

"Harapannya, ke depan dapat seimbang, di aman blokchain dapat dimanfaatkan dari segi teknologi, dan blokchain sebagai investasi. Dibandingkan negara lain, Indonesia tergolong yang terbelakang dalam memanfaatkan blokchain," kata Oscar untuk Kontan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Blokchain Indonesia Muhammad Devito Duinggo mengatakan, sejak mula 2019 sampai saat ini jumlah startup blokchain telah tumbuh sejumlah 30%. Dengan begitu, startup yang telah terdaftar di Asosiasi ketika ini menjangkau 30 perusahaan, dari semulai di 2018 melulu 6 perusahaan.

Kondisi tersebut, dinilai Devito sekaligus menggambarkan pertumbuhan industri blokchain di Tanah Air. Harapannya di 2020 jumlah startup dapat meningkat sampai lima kali lipat, atau paling tidak menjadi 100 perusahaan blokchain dan berasal tidak saja dari Indonesia tapi pun startup di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, ketika ini startup blokchain di Indonesia masih didominasi perusahaan dalam negeri dan didominasi bursa perniagaan kripto aset atau selama 70%. Sedangkan guna sisanya adalahperusahaan supply chain, perpajakan dan manajemen data.


"Bahkan, Indonesia punya potensi guna menjadi pemimpin pasar blokchain di dunia. Ditambah lagi, dari regulasi pemerintah ingin memberikan lampu hijau untuk perniagaan aset crypto," ujarnya.

Adapun sejumlah tantangan terbesar industri blokchain, diungkapkan Devito laksana stigma dan miskonsepsi yang melekat terhadap bitcoin, di mana blokchai dirasakan sebagai bitcoin. Di sisi lain, stigma bitcoin sebagai perangkat pendanaan guna terorisme dan pencucian uang pun masih melekat di masyarakat. 

Padahal, Devito menegaskan bahwa pemakaian teknologi blokchain tidak terbatas pada aset crypto saja, tetapi pun sebagai teknologi pencatatan. Sehingga semua format transaksi yang perlu pencatatan dapat memanfaatkan teknologi blokchain, mulai dari kesehatan, charity, supply chain dan lainnya. Dia pun mengungkapkan bahwa literasi masyarakat tergadap blokchain tidak cukup dari 1%.


Dosen Bina Nusantara (Binus) Hugo Prasetyo mengatakan, pemanfaatan blokchain sebagai investasi mempunyai prospek yang lumayan besar, lagipula belanja crypto currency telah mendapat legalitas dari Bappebti. Bahkan guna potensi yield, Hugo mengungkapkan paling menggiurkan.

"Yieldnya tersebut seperti guna tanpa batas, rugi tanpa batas. Sehingga, urgen untuk diterapkan manajemen risiko. Dibandingkan investasi saham, saat harga bergerak binal adan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membatasi, namun tidak dengan crypto currency," ujar Hugo untuk Kontan, Rabu (14/8).

Untuk itu, penerapan managemen risiko perlu dilaksanakan saat harga crypto currency melesat naik 5%-10%, investor direkomendasikan untuk mengerjakan cut loss. Hugo mengungkapkan terdapat tiga urusan yang perlu diacuhkan saat mengerjakan investasi di blokchain, terutama crypto currency yakni mengetahui teknikal analisis, mendasar analisis dan emotional analisis.

Selasa, 13 Agustus 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi







Teknologi Informasi - Kementerian Komunikasi dan Informasi gelar seminar proposal berhubungan penyusunan rencana Induk teknologi informasi dan komunikasi di Aula Sport Hall Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra), 
Kegiatan ini menggandeng sebanyak ASN dari masing-masing SKPD untuk membicarakan sejumlah program berhubungan dengan teknologi dan informasi sebagai penunjang kinerja ketika ini.

"Tadi kita telah membahas sejumlah program yakni berhubungan pemahaman mengenai Rencana Induk Teknik Informasi dan Program Komunikasi di ranah kepemerintahan Minahasa Tenggara. Bersama duta dari semua SKPD di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mitra, seminar kali ini dapat berjalan dengan baik," tutur Aneke Sumendap Kabid Diskominfo

Kegiatan seminar ini diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten Mitra James Sumendap yang diwakili oleh Asisten Kepemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jani Rolos.

" Program dari Kementerian Kominfo memang terus kami dorong untuk menambah kualitas kerja laksana pengolahan sistemasi dalam pemerintahan. Tak lain yaitu E-Goverment," tutur Jani Rolos.

Kinerja yang terus dikembangkan terutama dalam bidang teknologi memang sangat urgen dalam lingkungan pemerintahan.

" Dengan adanya program unggul laksana ini, nantinya anda mampu berlomba dalam urusan teknologi di ranah kepemerintahan. Tak beda untuk mengubah data menjadi lebih gampang dengan memakai teknologi. Untuk alasan inilah peran ASN mengetahui bahwa itu adalah yang paling penting, "tambah Aneke. (Ano)

Kamis, 25 Juli 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Buku


Teknologi Informasi

Teknologi Informasi - Perkembangan teknologi informasi paling pesat, bahkan internet sekarang seolah menguasai dunia. Lantaran paling memudahkan kegiatan manusia, tidak sedikit orang yang bergantung pada jaringan digital. Lantas, bagaimana internet tercipta? Berikut ini sejarah dan sejumlah fakta mengenai internet. Dengan koneksi internet, informasi apapun dengan gampang dan cepat tersebar luas ke semua dunia. Berkat internet pula, apapun dapat dilakukan untuk menolong segala format kegiatan manusia. Internet adalahjaringan luas yang memungkinkan komputer di semua dunia saling terhubung. Jaringan ini dihubungkan dengan sekian banyak  jenis perlengkapan yang memungkinkan informasi digital dapat diakses oleh tidak sedikit orang. Dikutip oleh The Guardian, setidaknya ada 5 exabytes informasi per hari di Internet, setara dengan 40.000 film dengan durasi dua jam per detik.

Sejarah Internet Jauh sebelum teknologi internet ada, tidak sedikit ilmuwan yang telah menebak tentang jaringan informasi di semua dunia. Dilaporkan oleh History, Nikola Tesla mempresentasikan proposal untuk "sistem nirkabel global" pada awal 1900-an. Ide Tesla kemudian digemakan oleh Paul Otlet dan Vannevar Bush, yang mengembangkan sistem penyimpanan buku dan media yang dapat dilacak secara mekanis pada 1930-an hingga 1940-an. Namun, skema praktis kesatu guna internet baru hadir pada era 1960-an saat J.C.R MIT. Licklider mempopulerkan ide jaringan intergalaksi atau jaringan antar galaksi di komputer. Setelah itu, beberapa ilmuwan komputer mengembangkan konsep packet switching, metode transmisi data elektronik yang efisien yang nantinya akan menjadi salah satu blok bangunan utama Internet.


Semula guna Militer Prototipe internet kesatu yang digarap muncul pada permulaan dasawarsa 1960-an. Dikutip dari Live Science, konsep internet mula itu kemudian berkembang menjadi World Wide Web (www) diserahkan kepada Leonard Kleinrock. Pada tahun 1961, Kleinrock menyebutkan Network Agency Agency Network (ARPANET) dalam dokumen berjudul "Aliran Informasi dalam Jaringan Komunikasi Besar.” Kleinrock bareng sejumlah inovator lainnya menyerahkan pondasi kesatu dalam terciptanya email, sekian banyak  jenis sosial media, dan pelbagai ikon internet lainnya yang marak dipakai saat ini. Proyek APRANET didanai oleh Departemen Pertahanan AS.. Dalam proyek ini, dibuatlah tidak sedikit jaringan di daerah-daerah vital. Tujuannya supaya sumber informasi tidak terpusat guna mengantisipasi adanya serangan ketika perang berlangsung. Penelitian ini lantas mengembangkan tidak sedikit protokol yang dipakai internet ketika ini dan mencakup tidak sedikit sendi kehidupan manusia, meskipun pada tadinya ditujukan guna kepentingan militer atau guna pertahanan dan ketenteraman negara.

Pesan Digital Perdana Dilansir Internet Guide, APRANET diujicobakan pada 4 institusi edukasi ternama di Amerika Serikat, yaitu Stanford Research Institute, University of California (UCLA), St. Barbara, dan University of Utah pada 1969. Pesan digital kesatu yang terkirim ialah “LO”. Ini adalahupaya mahasiswa UCLA mempunyai nama Charles Kline, siswa Kleinrock, yang tadinya dibuat guna menyebutkan kata “LOGIN” ke komputer. Namun, pesan itu tidak dapat ditamatkan karena sistemnya lumpuh. Jadilah kata “LO” adalahkata tidak berhasil  kesatu yang sukses dikirim oleh APRANET melewati cikal-bakal jaringan internet. Pada akhirnya, “LOGIN” sukses disampaikan dan menjadi kata kesatu yang dikirim via jejaring digital.


Terhubungnya Seluruh Dunia Pada mula dekade 1970-an, perusahaan Breanek dan Newman Inc. (BBN) memperkenalkan versi final spesifikasi Interface Message Processor (IMP). BBN lantas memenangkan kontrak APRANET pada 1968. Tahun 1972, BBN mengenalkan jaringan email. Selanjutnya, pada tahun 1973, APRANET mulai menghubungkan jaringan University College of London di Inggris dan Royal Radar Estabilishment di Norwegia. Dari sini, istilah internet mulai dimunculkan. Tahun 1974, Internet Service Provider (ISP) atau penyedia layanan internet sukses dibuat. Versi komersial dari APRANET ini dikenal sebagai Telenet. Tak lama berselang, terciptalah protokol yang dipakai untuk pertukaran data pada jaringan Internet oleh Vinton Cerf dan Bob Kahn. 

Terhubungnya Seluruh Dunia Pada mula dekade 1970-an, perusahaan Breanek dan Newman Inc. (BBN) memperkenalkan versi final spesifikasi Interface Message Processor (IMP). BBN lantas memenangkan kontrak APRANET pada 1968. Tahun 1972, BBN mengenalkan jaringan email. Selanjutnya, pada tahun 1973, APRANET mulai menghubungkan jaringan University College of London di Inggris dan Royal Radar Estabilishment di Norwegia. Dari sini, istilah internet mulai dimunculkan. Tahun 1974, Internet Service Provider (ISP) atau penyedia layanan internet sukses dibuat. Versi komersial dari APRANET ini dikenal sebagai Telenet. Tak lama berselang, terciptalah protokol yang dipakai untuk pertukaran data pada jaringan Internet oleh Vinton Cerf dan Bob Kahn.